Hit Enter to search or Esc key to close
Pura Luhur Giri Arjuno

Pura Luhur Giri Arjuno

Pura Luhur Giri Arjuno

Pura Luhur Giri Arjuno ,

Pura Luhur Giri Arjuno

Pura Luhur Giri Arjuno merupakan pura terbesar yang ada di Kota Batu. Pura ini biasa dijadikan objek wisata religi bagi umat Hindu di Malang dan sekitarnya yang sedang berkunjung.
Tempat suci umat Hindu ini terletak di lereng Gunung Arjuno. Tak heran jika pemandangan di sekitar pura ini sangatlah indah. Sesuai dengan namanya, pura ini menawarkan view Gunung Arjuno yang menyimpan sejuta pesona. Berada di kawasan lereng gunung membuat hawa dingin dan udara sejuk semakin melengkapi daya tarik tersendiri Pura Luhur Giri Arjuno ini.
Selain itu, di sekitar Pura Luhur Giri Arjuno ini terdapat kebun apel dan sayuran nan hijau. Berjalan-jalan atau sekadar melihat-lihat pemandangan dari pura ini di akhir pekan membuat mata lebih segar. Pikiran pun jadi lebih siap menghadapi rutinitas kerja keesokan harinya.
Nama pura ini ternyata tak hanya kondang di antero Malang Raya saja. Bahkan, Pura Luhur Giri Arjuno ini menjadi jujukan bagi umat Hindu dari kawasan Jawa Timur dan Pulau Bali. Mereka sering melakukan persembahyangan tiap hari-hari besar agama Hindu. Pemerintah Kota Batu melalui dinas terkait pun telah menunjuk pura ini sebagai salah satu lokasi wisata religi di daerah tersebut.
Pura Luhur Giri Arjuno berada di wilayah Dusun Junggo, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Karena letaknya yang berada di ujung kampung, butuh sekitar 20 hingga 30 menit untuk mencapainya dari pusat Kota Batu.
Candi – candi yang berada di wilayah Malang raya merupakan salah satu bukti bahwa Malang pernah memiliki sejarah besar . Seperti Candi Supo di kota Batu, Candi Singosari di Singosari, Candi Jago dan Candi Kidal di Kecamatan Tumpang, serta Candi Badut di kota Malang. Hal ini merefleksikan bahwa agama Hindu dan Budha pernah berjaya di bumi Jawa, khususnya di kota Malang yang mana penduduknya pada saat itu hidup berkelayakan (sejahtera) sehingga dapat Beryadnya kepada Tuhan yang maha esa. Konon para sesepuh mengatakan bahwa rajanya dianggap reinkarnasi (Awatara/Titisan) Dewa Wisnu.
Bahkan tokoh nasional pahlawan Indonesia, Prof. Mohammad Yamin, S.H yang juga dihormati sebagai seorang sastrawan, sejarawan, budayawan, politikus, dan ahli hukum mengatakan bahwa pemersatu bumi Nusantara; Gajah Mada lahir di sebuah lembah di dekat sumber mata air Brantas. Di kaki Gunung Kawi dan Gunung Arjuno.
Naskah Usana Jawa yang digubah di Bali menyebut bahwa tokoh sejarah kuno ini lahir di Bali. Menurut naskah ini Gajah Mada lahir dengan cara “memancar” dari buah kelapa sebagai penjelmaan Sang Hyang Narayana. Jadi lahir tanpa ayah dan ibu. Lahir karena kehendak dewa-dewa (Yamin 1977: 13 dalam Munandar 2010:1). Perlu diketahui, bahwa hulu dari sungai terpanjang di Pulau Jawa berada di kaki gunung Arjuna sebelah barat. Dan kemudian di lereng Gunung Arjuna Sebelah barat inilah didirikan Pura Luhur Giri Arjuna.

TIPS BERWISATA

  1. Perkirakan cuaca sebelum berkunjung
  2. Pakailah pakaian yang sopan serta, pakaian hangat karna suasananya cukup dingin
  3. Jangan buang sampah sembarangan
  4. Jaga stamina, dan tetap berhati-hati

FASILITAS

  1. Tempat makan
  2. Area parkir
  3. Beberapa hotel di dekat pura arjuna
  4. Toilet
Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PESAN SEKARANG