Hit Enter to search or Esc key to close
Suku Tengger

Tradisi Unik Suku Tengger Menjadi Salah Satu Daya Tarik Wisata

Tradisi Unik Suku Tengger Menjadi Salah Satu Daya Tarik Wisata

Suku Tengger ,

Tradisi Unik Suku Tengger Menjadi Salah Satu Daya Tarik Wisata

By: Allis Restanura

Upacara Adat Kasada Sebuah Tradisi unik Suku Tengger di Gunung Bromo. Gunung Bromo adalah Gunung yang berada dalam Kawasan Taman Nasional BTS alias Bromo Tengger Semeru.Gunung Bromo menawarkan keindahan dan panorama alam yang memikat dengan hawa sangat sejuk. Gunung ini tidak hanya dapat dinikmati dari pemandangan natural yang sangat menawan.

Lebih dari itu juga, interaksi dengan masyarakat setempat akan membawa pengalaman kaya budaya yang pastinya memberikan kesan mendalam. Ritual Kasada ini menjadi daya tarik wisata di Bromo setiap tahunnya.

Dilakukan dengan Melarung Sesaji Masyarakat Suku Tengger melarung sesajinya berupa hasil pertaninan ke kawah Gunung Bromo pada Upacara Yadnya Kasada, Probolinggo, Jawa Timur, Sabtu (30/6/2018). Upacara Kasada merupakan upacara adat masyarakat Suku Tengger sebagai bentuk ucapan syukur kepada Sang Hyang Widi sekaligus meminta berkah dan menjauhkan dari malapetaka.(ANTARA FOTO/ZABUR KARURU) Ritual upacara Yadnya Kasada diikuti oleh warga di empat kabupaten. Warga melarung aneka hasil bumi dan sesaji ke dalam kawah Gunung Bromo. Tujuannya agar terhindar dari musibah dan diberikan kemakmuran oleh leluhur

Sesaji ini berupa hasil bumi, mulai dari hasil pertanian , perkebunan, ternak hewan dan masih banyak lagi Sesaji yang dilarung ini merupakan hasil kekayaan Suku Tengger setiap tahunnya. Sedikit rezeki yang mereka dapatkan, dikeluarkan sebagian untuk acara Yadnya Kasada. Lihat Sesajen masyarakat suku Tengger diletakkan di bibir kawah Gunung Bromo pada Upacara Yadnya Kasada, Probolinggo, Jawa Timur, Kamis (18/7/2019). Upacara Kasada merupakan upacara adat masyarakat Suku Tengger sebagai bentuk ucapan syukur kepada Sang Hyang Widi sekaligus meminta berkah dan menjauhkan dari malapetaka.(ANTARA FOTO/ZABUR KARURU) Hal itu merupakan bentuk syukur Suku Tengger atas nikmat dan rezeki yang sudah didapat. Sesaji ini berupa hasil bumi, mulai dari hasil pertanian , perkebunan, ternak hewan dan masih banyak lagi

Suku Tengger

Prosesi Upacara Kasada Berasal dari Jawa Timur

  1. Ada beberapa tahapan dalam pelaksanaan upacara Kasada. Mulai dari pengambilan air suci hingga selamatan. Berikut tahapannya:
  2. Sebelum upacara Kasada dilaksanakan, masyarakat Tengger akan mengambil air suci di Gunung Widodaren untuk melakukan ritual nglukat umat, sebuah upacara penyucian jiwa yang dilakukan di Poten.
  3. Upacara pembukaan. Upacara ini dibuka oleh panitia dan dihadiri oleh seluruh elemen masyarakat maupun pemerintah. Termasuk dukun-dukun adat dari seluruh desa di wilayah Tengger. Acara dibuka dengan pertunjukkan tari Rara Anteng dan Jaka Seger. Dukun adat akan memimpin peserta upacara yang telah membawa berbagai hasil bumi untuk dilarungkana ke kawah Gunung Bromo.
  4. Upacara ritual Kasada dilakukan di Poten, sebuah pura yang terletak di kaki Gunung Bromo. Adapun rangkaiannya meliputi persiapan upacara, pembacaan kidung-kidung religi diiringi gamelan, mensucikan tempat persembahyangan, pembacaan kitab suci Weda, pembacaan sejarah Kasada serta perkawinan Rara Anteng dan Jaka Seger yang merupakan cikal bakal suku Tengger.
  5. Nglukat umat kedua. Acara ini dilakukan dengan membagikan bija yang ditempelkan pada bagian wajah. Memberikan wewangian atau bunga di sebelah kanan, membakar dupa di perapen, dan memercikkan tirta di kepala dan wajah umat.
  6. Muspa atau sembahyang yang dipimpin oleh pinandhita dan dibantu oleh para pemuka.
  7. Pembacaan mantra pasca sembahyang. Mantra ini terdiri dari lima mantra yang berisi puji-pujian terhadap Tuhan dan permohonan agar diberikan kehidupan yang damai.
  8. Pemilihan calon dukun adat yang menggantikan dukun sebelumnya.
  9. Lelabuhan sesajen di kawah Gunung Bromo. Lelabuhan merupakan acara inti dari upacara Kasada. Acara ini dimulai dengan berjalan dari Poten menuju kawah Gunung Bromo dengan membawa sesajen. Sesajen biasanya berisi hasil bumi maupun hewan ternak. Perjalanan ini diiringi bacaan doa sesuai niat masing-masing.
  10. Slametan atau selamatan yakni merupakan akhir dari ritual Kasada. Slametan dilaksanakan di masing-masing desa dengan dipimpin oleh dukun adat masing-masing.
Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PESAN SEKARANG